Napaslahat.com, JAKARTA – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi pemetaan potensi biomassa sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem investasi bioenergi di 416 kabupaten di seluruh Indonesia.
Langkah strategis tersebut disampaikan Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, saat menjadi pembicara dalam ajang Aspebindo Bioenergy Business Summit 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Bursah mengatakan, upaya pengembangan potensi bioenergi merupakan bagian dari kreativitas finansial pemerintah daerah dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dalam menghadapi penyesuaian alokasi Transfer ke Daerah (TKD). Di sisi lain, pengembangan bioenergi juga dinilai sejalan dengan agenda transisi energi nasional.
Menurutnya, sektor bioenergi dapat menjadi solusi konkret untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM impor, membuka lapangan kerja di daerah, sekaligus mendorong hilirisasi berbasis sumber daya alam domestik.
“Kebijakan nasional seperti penerapan mandatori B30, B40, hingga B50 membutuhkan peran kunci pemerintah daerah sebagai penyedia lahan, bahan baku, serta ekosistem sosial-ekonomi penunjang,” ujar Bursah.
Ia menegaskan, Apkasi mendorong agar setiap model investasi bioenergi, baik yang berbasis sawit, pertanian, kayu, peternakan maupun pengelolaan sampah, dapat melibatkan masyarakat, petani dan pelaku usaha lokal secara langsung dalam rantai pasok.
Dengan demikian, kata Bursah, nilai tambah dari pengembangan bioenergi tidak hanya dinikmati investor, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat dan daerah sebagai wilayah penghasil bahan baku.
Bursah menilai kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mewujudkan investasi bioenergi yang berkelanjutan. Hal itu mencakup kepastian pasokan biomassa, penyusunan peta jalan logistik hingga pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan koperasi.
Selain itu, potensi ekonomi karbon juga perlu diintegrasikan dalam pengembangan bioenergi. Menurutnya, daerah yang berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan harus memperoleh manfaat ekonomi yang wajar dan berkeadilan.
“Sumber biomassa mayoritas berada di daerah, dan Apkasi siap memfasilitasi koordinasi, survei lapangan, hingga masuknya investasi jika Aspebindo dan para pelaku usaha turun langsung menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah,” kata Bursah.
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah daerah memiliki kreativitas finansial, memperkuat hilirisasi, serta mengalihkan potensi energi ekstraktif menuju energi ramah lingkungan yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat dan dunia usaha, Apkasi berharap potensi biomassa yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dapat diolah menjadi sumber energi sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di daerah.
(YOKI)




