Napaslahat.com, Jakarta – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pengembangan investasi bioenergi melalui pemetaan potensi biomassa di berbagai daerah Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk membangun rantai pasok biomassa yang melibatkan masyarakat lokal sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, saat menjadi pembicara dalam ASPEBINDO Bioenergy Business Summit 2026 dengan tema “Biomassa to Energy” di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Menurut Bursah, biomassa memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah. Sumber biomassa yang tersedia di berbagai wilayah, seperti perkebunan sawit, pertanian, kayu, peternakan, hingga pengelolaan sampah, dapat dikembangkan menjadi bahan baku energi melalui dukungan industri pengolahan dan investasi.
“Biomassa bukan sekadar energi, tetapi sumber ekonomi baru bagi daerah dan masa depan Indonesia yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Bursah Zarnubi.
Apkasi akan memfasilitasi pemetaan potensi biomassa di 416 kabupaten di Indonesia, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah, survei lapangan, serta membuka akses bagi masuknya investasi bioenergi. Pemetaan tersebut bertujuan memastikan ketersediaan bahan baku, kesinambungan pasokan, serta menghubungkan daerah penghasil biomassa dengan pelaku industri.
Dalam pengembangannya, Apkasi mendorong agar masyarakat daerah tidak hanya menjadi penyedia bahan baku, tetapi juga terlibat dalam rantai pasok bioenergi, mulai dari penyediaan dan pengumpulan bahan baku hingga proses pengolahan dan distribusi. Dengan demikian, nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, petani, koperasi, dan pelaku usaha lokal.
Pengembangan bioenergi dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung hilirisasi sumber daya alam domestik, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ekonomi daerah. Pemerintah kabupaten juga memiliki peran penting dalam menyiapkan potensi bahan baku, infrastruktur pendukung, serta menghubungkan masyarakat dengan investor.
Melalui forum ASPEBINDO Bioenergy Business Summit 2026, Apkasi berharap tercipta kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan investor dalam membangun ekosistem bioenergi yang berkelanjutan.
Dengan pengelolaan biomassa yang tepat, sektor bioenergi diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi baru daerah sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.





