Napaslahat.com, TANGERANG – Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang juga Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, memanfaatkan momentum APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 untuk memperkenalkan berbagai potensi Kabupaten Lahat kepada investor dan perwakilan negara sahabat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bursah memperkenalkan potensi situs megalitikum, kopi, pariwisata hingga pertambangan Kabupaten Lahat kepada sejumlah pihak, termasuk investor dari Australia dan Chile.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi megalitikum Lahat. Bursah menyampaikan bahwa terdapat kesamaan kekayaan megalitikum antara Kabupaten Lahat dan Chile, khususnya dengan keberadaan situs megalitikum di Pulau Paskah, Chile.
“Chile juga memiliki megalitikum di Pulau Paskah. Ada kesamaan antara kita. Mereka sangat ingin suatu saat berkunjung ke Lahat untuk melihat langsung megalitikum yang kita miliki,” ujar Bursah.
Bursah menjelaskan, Kabupaten Lahat memiliki kekayaan situs megalitikum yang sangat besar dan menjadi salah satu potensi wisata budaya unggulan. Bahkan, kekayaan tersebut telah mendapatkan pengakuan melalui rekor MURI.
Potensi itu kini terus dikembangkan Pemerintah Kabupaten Lahat sebagai salah satu destinasi wisata unggulan daerah, dengan mengedepankan kekayaan sejarah, budaya dan warisan megalitikum yang dimiliki Bumi Seganti Setungguan.
Pemerhati budaya dan pariwisata Kabupaten Lahat, Mario, mengatakan keberadaan situs megalitikum menjadi salah satu kekuatan utama Lahat dalam pengembangan sektor pariwisata.
Menurutnya, Lahat memiliki situs megalitikum dalam jumlah yang sangat banyak sekaligus memiliki karakter dan nilai sejarah yang kuat. Potensi tersebut terus diarahkan agar dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri.
Selain pariwisata, Bursah juga memperkenalkan kopi Lahat sebagai salah satu komoditas unggulan yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui kerja sama perdagangan internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Belarus sempat menanyakan apakah kopi Lahat telah diekspor ke luar negeri. Pertanyaan tersebut kemudian menjadi peluang untuk membuka pembicaraan kerja sama perdagangan.
Pihak Belarus disebut terbuka terhadap peluang kerja sama dengan Kabupaten Lahat, khususnya dalam pengembangan dan pemasaran kopi hingga ke pasar Belarus.
Bursah mengatakan, kopi merupakan salah satu komoditas penting Kabupaten Lahat. Sebagai salah satu daerah penghasil kopi di Sumatera Selatan, Lahat memiliki peluang besar untuk memperluas pasar, termasuk melalui kerja sama ekspor-impor.
“Kita punya komoditas unggulan, salah satunya kopi. Kabupaten Lahat merupakan salah satu produsen kopi di Sumatera Selatan dan memiliki peluang besar untuk kerja sama perdagangan, ekspor maupun impor,” ujarnya.
Menurut Bursah, peluang kerja sama internasional tersebut harus terus dibuka agar produk unggulan daerah tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi mampu masuk ke pasar global.
Selain kopi dan pariwisata, Kabupaten Lahat juga memiliki potensi sumber daya alam, termasuk pertambangan batu bara, yang menjadi salah satu sektor ekonomi penting di Sumatera Selatan.
Bursah menegaskan, berbagai potensi tersebut harus dikemas menjadi peluang investasi dan kerja sama yang saling menguntungkan. AOE 2026 menjadi salah satu momentum untuk mempertemukan potensi Kabupaten Lahat dengan investor, pemerintah daerah lain serta mitra internasional.
“Potensi kita sangat beragam. Ada kopi, pariwisata dan budaya megalitikum, termasuk sumber daya alam. Tinggal bagaimana kita membuka kerja sama dan memperluas pasar agar potensi tersebut memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Bursah.
Melalui ajang AOE 2026, Kabupaten Lahat terus memperkenalkan identitas dan kekayaan daerah sekaligus membuka peluang kerja sama internasional di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi.
(YOKI)





