Wasekjen PB HMI Kecam Pernyataan Cak Imin yang Menyeret HMI dalam Narasi Negatif

oleh -1 Dilihat
oleh

Napaslahat.com, LAHAT – Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Oktaria Saputra, S.E., M.Si., mengecam keras pernyataan Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang mengaitkan kondisi Nahdlatul Ulama (NU) dalam lima tahun terakhir dengan latar belakang alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Menurut Oktaria Saputra, pernyataan tersebut merupakan bentuk penyampaian yang tidak tepat dan tidak mencerminkan kedewasaan seorang tokoh nasional dalam menyikapi dinamika organisasi. Ia menilai bahwa membawa identitas HMI sebagai bagian dari narasi kegagalan atau keterpurukan suatu organisasi merupakan bentuk generalisasi yang tidak berdasar dan berpotensi merugikan citra HMI beserta seluruh kadernya.

“Pernyataan yang menyeret HMI dalam konteks persoalan internal organisasi lain adalah sesuatu yang sangat disayangkan. Perbedaan latar belakang organisasi seseorang tidak dapat dijadikan ukuran keberhasilan maupun kegagalan sebuah kepemimpinan. Menilai seseorang harus berdasarkan kapasitas, integritas, dan kinerja, bukan dari organisasi tempat seseorang pernah berproses,” ujar Oktaria.

Ia menegaskan bahwa HMI merupakan organisasi kader yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Selama lebih dari tujuh dekade, HMI telah berkontribusi dalam mencetak generasi intelektual dan pemimpin yang berkiprah di berbagai sektor kehidupan nasional.

“Tidak bijak apabila sebuah organisasi yang memiliki kontribusi besar bagi bangsa dijadikan bahan candaan politik atau dikaitkan secara simplistis dengan suatu persoalan tertentu. Hal tersebut bukan hanya mencederai HMI, tetapi juga menunjukkan kemunduran dalam tradisi dialog dan kritik yang seharusnya dibangun berdasarkan gagasan,” tegasnya.

Oktaria menyampaikan bahwa kritik terhadap sebuah kepemimpinan adalah bagian dari demokrasi, tetapi kritik harus disampaikan dengan cara yang beradab dan bertanggung jawab.

“Silakan melakukan evaluasi terhadap sebuah organisasi, silakan menyampaikan kritik terhadap sebuah kepemimpinan, tetapi jangan menyeret identitas organisasi lain untuk membangun narasi yang menyudutkan. Demokrasi membutuhkan kedewasaan, bukan stigma dan prasangka terhadap kelompok tertentu,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pernyataan publik dari seorang tokoh nasional memiliki konsekuensi sosial yang luas. Menurutnya, candaan yang membawa nama organisasi besar seperti HMI tidak dapat dianggap sebagai persoalan sepele karena dapat membentuk persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Bagi kami, ini bukan sekadar persoalan candaan. Ini menyangkut penghormatan terhadap sejarah, nilai perjuangan, dan kontribusi ribuan kader HMI yang selama ini bekerja untuk bangsa dan negara,” ujar Oktaria.

Oktaria berharap Cak Imin dapat lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik serta mengedepankan narasi yang mempersatukan, bukan narasi yang berpotensi mempertajam polarisasi antar kelompok.

“HMI akan terus menjaga marwah organisasi, menghormati perbedaan pandangan, dan tetap menjadi bagian dari kekuatan intelektual bangsa. Namun, kami tidak akan diam terhadap setiap narasi yang merendahkan atau mendiskreditkan HMI tanpa dasar yang jelas,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.