Angkat Wastra dan Identitas Budaya, Lahat Raih Juara III Fashion Show Wastra Nusantara

oleh -7 Dilihat
oleh

Napaslahat.com, TANGERANG – Kabupaten Lahat berhasil meraih Juara III Fashion Show Wastra Nusantara yang digelar di Panggung Hall 3, ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (28/8/2026).

Prestasi tersebut diraih melalui penampilan Bujang Gadis Seganti Setungguan (BGSS) di bawah naungan Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat, yang tampil membawa karya busana dengan mengangkat kekayaan wastra serta identitas budaya Kabupaten Lahat.

Fashion Show Wastra Nusantara tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mempertemukan berbagai kabupaten di Indonesia untuk menampilkan kreativitas daerah melalui busana berbasis kain tradisional dan kekayaan budaya masing-masing.

Dalam ajang tersebut, karya Kabupaten Lahat mengusung tema “Lelana”, yang dirancang oleh desainer Syahrul. Tema tersebut menggambarkan perjalanan pencarian identitas yang pada akhirnya kembali kepada akar budaya Kabupaten Lahat.

“Lelana, antara langkah dan pulang. Koleksi ini menggambarkan perjalanan pencarian identitas yang akan kembali pada akar budaya Kabupaten Lahat, yaitu kain Batik Serelo dan kain Tenun Perelung,” ujar Syahrul.

Ia menjelaskan, penguatan identitas masyarakat Pasemah dalam koleksi tersebut terlihat dari penggunaan Tenun Perelung Lahat yang memiliki warna keemasan, elegan, serta dibuat dengan proses tenunan yang penuh kehati-hatian.

Menurutnya, kata Perelung memiliki makna kehati-hatian. Filosofi tersebut kemudian dituangkan ke dalam busana yang ditampilkan dengan konsep santai, namun tetap mempertahankan ciri khas budaya Lahat.

“Tenun lama yang hampir punah ini kami kembangkan kembali. Karya Puyang yang telah berusia ratusan tahun tetap dipertahankan dan diselaraskan dengan irama masa kini,” jelasnya.

Tidak hanya Tenun Perelung, koleksi tersebut juga mengangkat Batik Serelo sebagai salah satu identitas visual Kabupaten Lahat. Corak batik menampilkan lukisan Bukit Jempol yang merupakan ikon Kabupaten Lahat, serta bentuk menyerupai ikan yang menggambarkan peta Kabupaten Lahat.

Selain itu, terdapat motif bunga kopi yang ditata dalam busana sebagai representasi salah satu komoditas yang banyak dihasilkan masyarakat Kabupaten Lahat.

Untuk memberikan karakter yang lebih tegas dan profesional, Syahrul juga menggunakan teknik tailoring dalam pembuatan busana.

“Kini busana kami buat dengan mengambil teknik tailoring karena ingin menciptakan kesan tegas dan profesional,” katanya.

Penampilan Kabupaten Lahat tersebut akhirnya berhasil mendapatkan apresiasi dari dewan juri dan menempatkan Lahat sebagai Juara III Fashion Show Wastra Nusantara. Sementara Juara I diraih Kabupaten Lampung Selatan dan Juara II Kabupaten Tabalong.

Usai pembagian hadiah, Ketua Umum APKASI yang juga Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, turut memberikan apresiasi kepada perwakilan Kabupaten Lahat. Bursah juga berfoto bersama para pemenang sebagai bentuk dukungan dan kebanggaan atas capaian yang berhasil diraih.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa kekayaan budaya Kabupaten Lahat memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui kreativitas generasi muda dan industri fesyen, sekaligus menjadi sarana memperkenalkan wastra serta identitas budaya Lahat ke tingkat yang lebih luas.

(YOKI)

No More Posts Available.

No more pages to load.