Dibuka Wamendagri, APKASI Otonomi Expo 2026 Dorong Daerah Naik Kelas

oleh -12 Dilihat
oleh

Napaslahat.com, Tangerang, BSD – APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026: Trade, Tourism, Investment and Procurementresmi dibuka di Nusantara Convention Hall, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (27/08/2026).

Mengusung tema “Jelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas”, ajang tahunan yang mempertemukan pemerintah daerah, dunia usaha, BUMN, kementerian/lembaga, investor, serta mitra internasional tersebut dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang diwakili Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto.

Turut hadir Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri, B.A., M.Sc., Ketua Umum APKASI yang juga Bupati Lahat Bursah Zarnubi, para duta besar dan perwakilan negara sahabat, Gubernur Banten, para pimpinan organisasi dan mitra kerja APKASI, jajaran pengurus APKASI, para bupati anggota APKASI, Bupati Tangerang, pimpinan DPRD dan dunia usaha, serta para bupati dari berbagai daerah di Indonesia.

Dari Kabupaten Lahat, hadir Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, S.H., M.H., unsur Forkopimda, jajaran kepala OPD, serta sejumlah pejabat lainnya.

Dalam laporannya, Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi menegaskan bahwa sejak awal AOE tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan pameran. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan ruang strategis untuk mempertemukan daerah dengan dunia usaha, investor dan mitra kerja dalam rangka memperkuat perekonomian daerah.

Bursah menyampaikan, semangat tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang kembali ditegaskan Presiden Prabowo Subianto sebagai cetak biru dan fondasi utama perekonomian nasional dalam mewujudkan kedaulatan serta kesejahteraan rakyat.

“APKASI Otonomi Expo bukan sekadar pameran. Ini adalah ruang untuk mempertemukan potensi daerah dengan pasar, investasi dan kerja sama,” ujarnya.

AOE sendiri telah rutin diselenggarakan sejak 2005 dan pada tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-21. Selama lebih dari dua dekade, AOE berkembang menjadi ajang nasional yang mempertemukan pemerintah daerah, dunia usaha, BUMN, kementerian/lembaga, mitra internasional hingga investor dalam satu ruang kolaborasi.

Bursah mengatakan, tujuan utama AOE adalah memberikan ruang bagi daerah untuk menggali dan menampilkan potensi unggulan, membuka peluang investasi, memperkuat perdagangan antardaerah dan antarpulau, serta memperluas jejaring kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, hasil penyelenggaraan AOE selama ini telah dirasakan sejumlah daerah, mulai dari lahirnya kerja sama perdagangan antardaerah, terbukanya akses ekspor ke mancanegara, masuknya investasi baru, hingga terbangunnya berbagai kolaborasi dalam peningkatan pelayanan publik.

“Dengan demikian, AOE bukan sekadar pameran, melainkan ruang strategis bagi lahirnya kesepakatan konkret, terciptanya pasar baru, serta dirumuskannya rencana bisnis nyata yang mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah,” katanya.

Bursah juga optimistis penguatan kebijakan fiskal yang semakin berkeadilan dan peluang daerah dalam mengelola sumber-sumber keuangan secara mandiri dapat semakin memperkuat tujuan otonomi daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wamendagri Bima Arya Sugiarto dalam sambutannya turut menyinggung sosok Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi yang disebutnya sebagai salah satu bupati senior.

“Kalau saya lihat Ketua Umum APKASI, Pak Bursah Zarnubi, ini paling senior kelihatannya di ruangan ini,” ujar Bima disambut suasana hangat para peserta.

Bima kemudian menyampaikan pandangannya mengenai kepemimpinan. Menurutnya, seorang pemimpin memiliki tingkatan dalam mendapatkan penerimaan dari masyarakat.

“Pemimpin itu ada maqamnya. Yang paling mendasar, diketahui. Di atasnya ditakuti, di atas lagi disegani. Tapi yang paling top itu dicintai,” kata Bima.

Ia berharap para bupati di Indonesia dapat menjadi pemimpin yang dicintai masyarakat sebagaimana dirinya berharap Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi juga dicintai masyarakat Kabupaten Lahat.

Dalam kesempatan tersebut, Bima menegaskan komitmen Kementerian Dalam Negeri untuk mendengar dan menangkap aspirasi pemerintah daerah serta menyampaikannya kepada kementerian terkait.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan peran pemerintah kabupaten dalam berbagai sektor, terutama pelayanan dasar, ketahanan pangan dan energi, transformasi ekonomi berbasis potensi lokal, serta penanggulangan kemiskinan, stunting dan pengangguran.

Selain itu, pemerintah daerah didorong untuk memperkuat kolaborasi antardaerah melalui skema kerja sama regional, baik melalui perencanaan bersama, pengembangan infrastruktur yang terhubung, pemanfaatan sumber daya bersama, peningkatan kapasitas daerah, pembiayaan dan investasi bersama, maupun tata kelola dan koordinasi yang efektif.

Bima juga menekankan agar pelaksanaan expo tidak berhenti sebagai etalase produk dan potensi daerah.

Menurutnya, expo harus bergeser dari sekadar ruang pamer dan kegiatan seremonial menjadi ruang yang mampu menawarkan potensi daerah, mempertemukan pemerintah dengan investor, serta menghasilkan investasi yang benar-benar terealisasi.

Untuk itu, ia menyampaikan tujuh arah kerja yang perlu diperhatikan pemerintah daerah, yakni mengenali DNA ekonomi daerah, memilih produk juara dan meningkatkan nilainya, memulai dari pasar, mengubah potensi menjadi proyek investasi, menjadikan belanja daerah lebih produktif, membangun rantai nilai antardaerah, serta mengukur realisasi.

“Dari etalase menjadi pasar,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan dalam pembukaan AOE 2026.

Ia menilai setiap daerah memiliki karakter dan potensi ekonomi yang berbeda. Karena itu, pemerintah kabupaten perlu memahami keunggulan daerahnya, memilih produk yang benar-benar memiliki daya saing, kemudian mengembangkannya hingga mampu menghasilkan nilai tambah dan membuka pasar yang lebih luas.

Melalui AOE 2026, pemerintah pusat berharap potensi yang dimiliki kabupaten di seluruh Indonesia tidak hanya diperkenalkan kepada pengunjung, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama perdagangan, investasi, serta rantai ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Rangkaian pembukaan APKASI Otonomi Expo 2026 kemudian ditandai dengan pemukulan gong, sebagai tanda resmi dimulainya penyelenggaraan pameran yang mempertemukan berbagai potensi dan komoditas unggulan daerah dari seluruh Indonesia tersebut.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi kabupaten-kabupaten di Indonesia, termasuk Kabupaten Lahat, untuk memperkenalkan potensi daerah, memperluas jaringan kerja sama, serta membuka peluang investasi dan pasar yang lebih luas.

(YOKI)

No More Posts Available.

No more pages to load.