Bursah Zarnubi Tutup AOE 2026, Dorong Optimalisasi Potensi Daerah untuk Perkuat Ekonomi Nasional

oleh -9 Dilihat
oleh

Napaslahat.com, TANGERANG – Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang juga Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, secara resmi menutup rangkaian kegiatan APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 yang berlangsung di Panggung Performance AOE 2026, Hall 3 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Sabtu (29/08/2026).

Dalam sambutannya, Bursah menegaskan bahwa AOE 2026 harus menjadi momentum strategis bagi seluruh pemerintah kabupaten di Indonesia untuk semakin mengoptimalkan potensi dan kekayaan daerah masing-masing.

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah serta beragam produk unggulan yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan hingga komoditas lainnya yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.

“Kita ini tidak kalah kaya dengan negara-negara lain. Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, tinggal bagaimana kita mengelola dan memanfaatkannya sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Bursah.

Ia juga mengingatkan kembali gagasan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang sejak dahulu mendorong daerah agar mampu menghasilkan dan mengembangkan produk berdasarkan potensi yang dimiliki.

Bursah menilai, dengan jumlah penduduk yang besar serta kekayaan sumber daya yang tersedia, Indonesia memiliki peluang untuk membangun kemandirian ekonomi melalui penguatan produksi dalam negeri dan perdagangan antardaerah.

“Dulu Bung Karno sudah berbicara tentang bagaimana Indonesia harus mampu menghasilkan berbagai kebutuhan dari daerahnya masing-masing. Kita punya kekayaan dan kemampuan, tinggal bagaimana semua ini kita kelola dengan baik,” katanya.

AOE Harus Melahirkan Kerja Sama Nyata

Bursah menyebut Indonesia memiliki posisi penting dalam sejumlah komoditas dunia seperti kopi, kakao, kelapa, hingga hasil perikanan. Namun, potensi tersebut masih perlu ditingkatkan agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Menurutnya, APKASI Otonomi Expo bukan hanya sekadar ajang pameran, tetapi harus menjadi wadah strategis untuk mempertemukan potensi daerah dengan pasar, dunia usaha, dan investor.

“Expo ini harus memberikan hasil. Potensi yang kita tampilkan harus bertemu dengan pasar, dengan investor dan dunia usaha. Dari sana kemudian lahir kerja sama yang benar-benar memberikan manfaat bagi daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan promosi dan publikasi menjadi salah satu kunci agar produk unggulan daerah dapat dikenal lebih luas.

“Produk kita ini banyak, potensinya juga luar biasa. Tetapi kita masih harus memperkuat publikasi dan promosi. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya.

Dorong Peningkatan Pengunjung dan Peran Media

Dalam evaluasi penyelenggaraan AOE 2026, Bursah mengapresiasi jumlah pengunjung yang mencapai sekitar 10 ribu orang. Namun, ia berharap angka tersebut dapat terus meningkat pada pelaksanaan berikutnya.

“Sepuluh ribu pengunjung tentu patut kita syukuri, tetapi ke depan harus lebih besar. Harus puluhan ribu, bahkan lebih. Kita harus terus mengedukasi masyarakat dan melibatkan media agar APKASI Expo semakin dikenal,” katanya.

Bursah menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam memperkenalkan potensi daerah, baik kepada masyarakat Indonesia maupun pasar internasional.

Ia berharap penyelenggaraan AOE mendatang dapat melibatkan lebih banyak pihak sehingga jumlah peserta, pengunjung, serta peluang kerja sama ekonomi semakin meningkat.

AOE Sebagai Ruang Evaluasi dan Penguatan Ekonomi Daerah

Selain menjadi ajang promosi, Bursah menilai AOE harus menjadi ruang evaluasi bersama bagi APKASI dan seluruh pemerintah kabupaten.

Setiap tantangan dan kekurangan dalam penyelenggaraan harus menjadi bahan perbaikan agar kegiatan berikutnya semakin berkualitas dan memberikan dampak nyata.

“Kita harus terus melakukan evaluasi, memperbaiki kelemahan dan memperkuat koordinasi. Jangan sampai kegiatan besar seperti ini hanya menjadi seremonial atau sekadar menghabiskan waktu. Harus ada manfaat yang nyata bagi daerah dan masyarakat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Bursah mengajak seluruh pemerintah kabupaten untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun ekonomi berbasis potensi daerah.

Menurutnya, semakin banyak pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai kabupaten, maka semakin kuat pula fondasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Kalau potensi daerah kita kelola dengan baik, produk daerah kita perkuat, pasar kita buka dan kerja sama kita bangun, maka daerah akan menjadi kekuatan besar bagi Indonesia. Dari daerah, kita bersama-sama membangun Indonesia,” pungkas Bursah.

No More Posts Available.

No more pages to load.